Langsung ke konten utama

Pekembangan Fashion di Era Globalisasi




PERKEMBANGAN FASHION DI ERA GLOBALISASI

Pendahuluan
Globalisasi secara umum diartikan sebagai proses yang mendunia, dimana individu tidak lagi terikat oleh negara atau batas-batas wilayah. Di era globalisasi ini, individu bebas terhubung dengan siapa saja dari belahan bumi manapun, dan hal ini menyebabkan terjadinya penyebaran infromasi dan komunikasi yang menyebar melalui media massa yang mendunia seperti internet. Ada beberapa pengertian globalisasi menurut para ahli. Banyak para ahli yang telah mengemukakan  masing - masing pendapatnya tentang globalisasi secara umum. Beberapa para ahli berpendapat  globalisasi adalah sebuah proses sosial dan para ahli juga mengatakan bahwa globalisasi sebuah proses sejarah dan juga proses secara alami yang akan membuat bangsa-bangsa di dunia ini ada keterikatan satu sama lain.
proses mendunia dimana orang-orang di seluruh dunia telah terhubung menjadi sebuah jaringan. Dengan begitu seluruh individu dapat terhubung satu sama lain. penyebaran informasi di era globalisasi juga semakin dipermudah dengan adanya teknologi canggih. Pengertian, dan dampak globalisasi Secara Umum Menurut para Ahli Emanuel Ritcher yang mengatakan bahwa globalisasi merupakan suatu jaringan kerja global yang mempersatukan masyarakat  bersamaan yang sebelumnya tersebar, persatuan masyarakat ini menjadikan suatu hubungan ketergantungan satu sama lain dan hal ini menimbulkan sebuah persatuan dunia dimana orang-orang dari belahan negeri manapun dapat terhubung satu sama lain dan terciptanya integritas yang baik serta hubungan yang baru.

















 PEMBAHASAN

Pengertian Globalisasi

            Globalisasi berasal dari bahasa inggris yaitu Globalization, yaitu gabungan dari kata global yang berarti mendunia dan lization yang berarti proses. Definisi globalisasi secara umum dan para ahli berbeda-beda, berikut ini penjelasan pengertian globalisasi, penyebab globalisasi, dan juga dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi.
Globalisasi adalah suatu proses yang menyeluruh atau mendunia dimana setiap orang tidak terikat oleh negara atau batas-batas wilayah, artinya setiap individu dapat terhubung dan saling bertukar informasi dimanapun dan kapanpun melalui media elektronik maupun cetak. Pengertian globalisasi menurut bahasa yaitu suatu proses yang mendunia. Globalisasi dapat menjadikan suatu negara lebih kecil karena kemudahan komunikasi antarnegara dalam berbagai bidang seperti pertukaran informasi dan perdagangan.

Pengertian Fashion


Fashion berasal dari kata bahasa inggris yang berarti mode, cara, gaya, model dan kebiasaan. Fashion adalah istilah umum untuk gaya populer atau praktek, khususnya di pakaian, alas kaki, aksesoris, make up, body piercing, atau furnitur. Fashion adalah setiap mode pakaian atau perhiasan yang populer selama waktu tertentu atau pada tempat tertentu. Istilah fashion sering digunakan dalam arti positif, sebagai sinonim untuk glamour, keindahan dan gaya atau style yang terus mengalamai perubahan dari satu periode ke periode berikutnya, dari generasi ke generasi. Juga berfungsi sebagai refleksi dari status sosial dan ekonomi, fungsi yang menjelaskan popularitas banyak gaya sepanjang sejarah kostum. Fashion atau mode semakin menjadi industri yang menguntungkan di dunia internasional sebagai akibat dari munculnya rumah-rumah mode terkenal di dunia dan majalah fashion.
Pengertian fashion secara umum adalah suatu sistem penanda dari perubahan budaya menurut suatu kelompok atau adat tertentu. Bisa juga sebagai strata pembagian kelas, status, pekerjaan dan kebutuhan untuk menyeragamkan suatu pakaian yang sedang merek.


Fashion Kini dan Dulu

 

1920-an  Flapper Era

Tahun 1920 merupakan masa awal munculnya fashion di dunia. Pada masa ini, Amerika mampu mempengaruhi fashion di negaranya, dan berhasil mempengaruhi mode dunia. Gaya Flpper ini ada karena pada saat itu music jazz dan tarian glamor juga mulai berkembang di era 1920-an, akibatnya gaya busana di masa ini identik dengan kesan glamor yang dikenal dengan gaya Melindrosa. Pecinta gaya ini lebih cenderung menyukai penggunaan make up berlebihan, dan terkesan menyukai kehidupan yang bebas dengan minum alkohol dan merokok.

1930-an : Feminim Era

Pasa era 1930-an Amerika mengalami penurunan ekonomi, dan berakibat mempengaruhi fashion yang sudah ada sebelumnya. Kemuadian  gaya berbusana pun mengalami perubahan menjadi lebih casual dan tidak lagi glamor seperti pada masa 1920-an. Baju yang lebih longgar, tertutup dan terbuat dari bahan kain tebal lebih menjadi pilihan pada masa ini. Namun gaya baju yang tertutup justru memberikan kesan feminim pada kaum perempuan yang menggunakannya. Gaun yang panjangnya mencapai pergelangan kaki atau bahkan hingga menyeret di lantai menjadi pilihan kaum wanita untuk digunakan saat menghadiri pesta malam.

1940-an : Manly Style Era

Di era ini terjadi perang dunia kedua yang menyebabkan semakin menurunnya gaya fashion dunia. Selama masa ini,  masyakarat tidak terlalu mementingkan fashion karena disebabkan beberapa hal seperti bahan pembuatan sangat terbatas dan banyak juga pabrik-pabrik baju yang dialih-fungsikan sebagai tempat pembuatan senjata. Hal inilah yang kemudian memaksa kaum perempuan untuk mengenakan pakaian kaum pria, seperti blazer dengan bantalan busa pada bagian bahu yang dipadukan dengan rok selutut atau berada sedikit di bawah lutut. Nuansa warna baju yang mereka gunakan juga cenderung monoton, lebih banyak menggunakan warna-warna netral seperti hitam, coklat dan biru tua.

1950-an : Housewife Style Era

Setelah perang dunia kedua selesai, fashion mulai diutamakan lagi oleh masyakarat dan teknologi tekstil buatan mulai berkembang. Baju-baju dibuat dengan kain nilon, orlon dan dracon. Pasca perang dunia kedua, teknologi tekstil buatan mulai berkembang dengan gaya fashion lebih merujuk pada kesan yang lebih segar namun tidak tidak terlalu glamor. Trend fashion masa ini juga banyak dipengaruhi oleh  beberapa artis seperti Audrey Hepburn dengan gaya khasnya yang sering menggunakan gaun panjang serta perpaduan antara atasan yang dilengkapi mutiara dengan rok yang mengembang pada bagian bawah atau sering disebut dengan Rok Poodle. Bisa dibilang Rok Poodle menjadi simbol dekade ini yang dipopulerkan oleh anak muda pada masa itu.


1960-an : Hippie Era

Pada era ini, para pecinta fashion mulai bosan dengan warna fashion yang hanya berwarna netral dan cenderung gelap dan muncullah fashion yang  lebih berwarna dan dilengkapi dengan motif floral. Kaum Hippie selalu identik dengan pakaian berwarna, bermotif ramai dan longgar dan lebih bergaya dengan menunjukkan kedekatan mereka dengan alam. Penggunaan syal atau scarf sebagai pengikat kepala juga menjadi ciri khas lain dari pecinta gaya Hippie.

1970-an : Disco & Punk Era

Tahun 70-an bisa disebut sebagai eranya musik disco yang diiringi pula dengan berkembangnya budaya disco.  Gaya berbusana pada masa ini ditunjukkan dengan penggunaan celana yang gombrong di bagian bawah dan rambut ditarik ke belakang menjadi sangat tren di masa ini. Dan pada masa ini juga warna lebih cenderung kkembali ke warna-warna netral dan gelap.

1980-an : Yuppie Era

Perkembangan teknologi pada masa ini juga menyebabkan perubahan lifestyle. Jika dulunya kalangan pekerja didominasi oleh kaum pria, namun pada era 80-an, kaum wanita juga sudah mulai mengenal dunia karir sehingga dijuluki dengan wanita karir. Tren busana pun lebih mengarah ke gaya pekerja kantoran yaitu Yuppie Style, yang merupakan singkatan dari “Young Urban Professional”. Gaya berbusana Yuppie lebih mengenalkan budaya sopan,rapi dan sederhana. Salah satunya yang mulai menggunakan blazer dipadu dengan rok atau celana panjang dari kain.

1990-an : Mix Up Era

Trend fashion tahun 1960-an dan 1970-an kembali berkembang pada era ini. Jaket denim, outfit fitness, pakaian baseball, sweater yang dipadukan dengan sneakers kembali menjadi trend dimasa ini. Selain itu, celana jeans dan pakaian yang longgar pun kembali menjadi simbol dalam berbusana diera 90-an.

2000-an : Indie Era

Kata Indie sendiri berasal dari kata Independen yang berarti mandiri. Hal ini mencerminkan mengenai cara kaum Indie yang cenderung mandiri dalam memilih pakaian dan tidak mudah terpengaruh dengan mode fashion pada umumnya.
Trend fashion Indie lebih cenderung pada perpaduan segala jenis baju yang memberi kesan modern pada pemakainya. Perpaduan antara celana pendek, kaos v-neck, sweater longgar atau jaket kulit dengan sepatu canvas yang berwarna menjadi salah satu ciri khas kaum Indie. Bisa dibilang, mereka suka untuk memadukan antara beberapa gaya, seperti retro, vintage dan modern.

 

 

2010- Sekarang : Hipster Era

Tidak  banyak berbeda dengan budaya sebelumnya, budaya berpakaian di era Hipster ini masih menekankan pada kemandirian dalam berbusana dan anti konservatif. Atribut fashion seperti skinny jeans, kacamata  besar, kaos longgar, sepatu boot tinggi, penutup kepala, jaket dan tas vintage menjadi atribut wajib bagi para kaum hipster. Pada era ini juga masyarakat lebih cenderung ingin memperlihatkan kemewahan salah satunya dengan adanya gadget dan smartphone itu sebagai style dan identitas diri pribadi.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

  SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI   UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS PSIKOLOGI                                                                           Disusun Oleh :                                               Astrinisa Sekar Kirana               (11517023) 4PA05             ...